Nama :Mega Lidia Lubis
Kelas :pagi
Jurusan: Teknik informatika
Soal
- Tuliskan dasar Alkitab sebagai kitab suci yang dipercaya!
- Bagaimana kita bisa memperoleh hidup yang kekal?
- Coba cari salah satu tokoh Alkitab lalu tuliskan teladan apa yang bisa kamu tarik dari tokoh tersebut!
- Tuliskan peran Gereja di tengah-tengah masyarakat!
- Sebagai orang Kristen hal teladan apa yang sudah kamu lakukan dilingkungan mu?
Jawab:
1). Dasar alkitab sebagai kitab suci adalah Firman Allah, Pemahaman ini sulit untuk diganggu gugat karena Gereja atau orang kristen mengakui Alkitab sebagai ukuran iman dan sumber pemberitaan Gereja (Nico Gara ,2011) akan tetapi Alkitab tidak langsung “turun dari langit“ akan tetapi Alkitab di tulis oleh tempat itu, dalam kebudayaan tertentu dan dalam kondisi pada saat itu. Alkitab terdiri dari 2 (dua) bagian yang besar yang di sebut dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi riwayat dan pangilan Allah kepada bangsa Yahudi dan nubuat tentang mesias yang di janjikan, yang akan datang sebagai Juru selamat manusia bahasa asli dari PL adalah Bahasa Ibrani. Sedangkan Perjanjian Baru berisi tentang berita keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus dan bagaimana dapat memperoleh keselamatan itu dalam alkitab perjanjian Baru di tulis dengan Bahasa dari Yunani. Jumlah kitab – kitab di dalam Alkitab adalah 66 kitab, yang terbagi atas 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 Kitab dalam perjanjian Baru.
Alkitab merupakan firman Allah, kitab suci umat Kristen. Alkitab ditulis oleh orang-orang saleh yang di ilhami ALLAH. Alkitab terdiri dari 2 bagian yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi riwayat dan panggilan Allah kepada bangsa Yahudi dan nubuat tentang Mesias yang dijanjikan, yang akan datang sebagai Juruselamat manusia. Sedangkan Perjanjian Baru berisi tentang berita keselamatan di dalam Tuhan Yesus kristus dan bagaimana dapat memperoleh keselamatan itu. Alkitab ditulis oleh sekian banyak orang dengan berbagai macam latar belakang diantaranya raja ,imam, nabi, rasul, nelayan , gembala, petani, dan lain-lain. Alkitab berisi tentang sejarah / catatan pekerjaan Allah kepada manusia dan rencana Allah terhadap dunia ini.
2).Syarat memperoleh hidup yang kekal :
- kita harus menyadari bahwa diri kita adalah orang berdosa. Dengan adanya dosa, maka kita tak akan bisa mencapai Allah apalagi sorga. Kita sangat perlu untuk menerima kasih karunia Allah terlebih dahulu agar kita bisa mencapai sorga hingga menghampiri Allah yang Mahakudus.
- Kita harus memiliki kepercayaan (Iman) kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat manusia. Setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti memperoleh hidup yang kekal (sorga) dan tidak binasa ( tidak masuk neraka). Bapa mengaruniakan AnakNya yaitu Yesus Kristus di dalam bumi agar menusia memberikan hati untuk percaya kepadaNya.
- Untuk memperoleh keselamatan harus melalui Yesus Kristus. Yesus adalah kebenaran, Yesus adalah jalan karena Yesus berasal dari sorga, hanya Yesus yang tahu mengenai sorga dan datang dari sorga turun ke bumi. Yesus adalah kehidupan. Yesus adalah pengantara antara manusia dengan Allah.
- Keselamatan diperoleh syaratnya bukanlah perbuatan baik ataupun amal manusia. Keselamatan diperoleh syaratnya adalah kasih karunia Allah oleh iman. Kasih karunia Allah oleh iman merupakan pemberian Allah atas dasar kasih yang nyata pada manusia. Kalau manusia diselamatkan berdasarkan perbuatan maka manusia pasti saling menyombongkan diri dihadapan manusia terlebih dihadapan Allah. Manusia akan sewenang-wenang protes Tuhan dengan pernyataan perbuatan baik. Oleh karena itu, Firman Tuhan berkata: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)
- Pertobatan dan Percaya Injil. Pertobatan merupakan perubahan pikiran seseorang. Mengubah pikiran dalam pertobatan artinya mengubah pikiran, hati, dan keinginan. Satu pandangan dirubah menjadi pandangan yang lain. hal ini menunjuk adanya perubahan tingkah laku, perubahan pandangan, opini, dan keyakinan.
3.Tokoh Alkitab: (Abraham)
Karakter tokoh Alkitab yang patut diteladani adalah taat kepada Allah.Salah satu tokoh Alkitab yang punya karakter taat kepada Allah adalah Abraham.Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya. Ia memanggilnya keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.Abraham taat pada panggilan Allah ini, sekalipun saat itu Abraham belum mengetahui tempat yang ia tuju (Kejadian 12:1-9).
Karakter Abraham yang taat kepada Allah juga tampak ketika ia dicobaiNya untuk mempersembahkan anaknya, Ishak.Abraham percaya dan taat pada perintah Allah untuk mempersembahkan Ishak (membunuh Ishak), walau akhirnya Tuhan membatalkannya (Kejadian 22:1-19).Padahal Tuhan telah berjanji bahwa lewat Ishak-lah Abraham akan mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.Namun demikian, Abraham lebih memilih untuk taat kepada Tuhan, sebab Ia percaya pada janji Tuhan.Karena itulah ia disebut bapa orang beriman.
4.peran Gereja di tengah-tengah masyarakat
Gereja bukan hanya sebagai tempat untuk memuji dan mengagungkan Tuhan, melainkan juga sebagai tempat untuk membangun persekutuan kasih diantara umat manusia. Gereja juga harus bisa dijadikan sebagai tempat perlindungan bagi umat manusia.
Hubungan gereja dan masyarakat merupakan hubungan yang saling tergantung dan membutuhkan (interdependensi) dan mutualistikdalam pengertian dipanggil untuk saling membangun dan melengkapi. Dalam hubungan yang saling tergantung dan mutualistik tersebut gereja tidak boleh kehilangan jati-dirinya sebagai umat yang ditebus oleh Kristus. Sebab akar, pondasi dan jiwa dari gereja adalah Kristus. Keberadaan gereja bukan berasal dari masyarakat/dunia, tetapi dari Kristus. Walau keberadaan gereja bukan berasal dari masyarakat/dunia, tetapi gereja diutus oleh Kristus berada di dalam dunia untuk menyatakan karya keselamatan Allah. Di Matius 5:13 Yesus berkata: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Sebenarnya pernyataan “Kamu adalah garam dunia” kurang tepat. Seharusnya diterjemahkan dengan: “Kamu adalah garam bumi” dari pernyataan: “halas tes ges.” Dengan pernyataan “Kamu adalah garam bumi” maka kata “bumi” (ges) menunjuk pada konteks riil yaitu habitat persekutuan umat percaya. Setiap umat percaya dipanggil untuk menggarami orang-orang di sekitar seperti orang menggarami suatu masakan yang dahulu hambar kini berubah menjadi sedap. Penggunaan “garam” dalam konteks ini tidak boleh terlalu sedikit tetapi juga tidak boleh terlalu banyak. Demikian pula peran umat percaya haruslah tepat dan proporsional seperti garam, yaitu sesuai kondisi kehidupan masyarakat.
5.teladan yang sudah saya miliki dilingkungan saya adalah Teladan kesabaran
- Roma 12 : 12 mengingatkan kita untuk bersukacita dalam pengharapan dan bersabar dalam kesesakan serta tekun untuk berdoa. Yesus mengajarkan kita untuk bersabar dan menunjukkan kasih karena Ia menjanjikan kepada kita untuk beroleh kehidupan kekal
- dengan mengikuti muda mudi dalam gereja ,dimana merupakan perkumpulan yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara sesama dan membangun karakter Agar dapat mengenal yesus lebih dalan lagi.